Kamis, November 08, 2012

Jadi, begini...

Selamat malam. Hari ini gue memutuskan untuk menulis di blog karena suatu hal yang cukup dapat mencuri perhatian gue.

 (klik gambar untuk melihat jelas)

Baik, terima kasih atas masukan yang sangat masuk akal sekali, tapi...
Sejak awal gue membuat blog ini adalah murni sebagai buku harian yang mana menceritakan kehidupan sehari-hari seorang Ocky. Bagaimana sih kalau nulis buku harian itu? Apakah harus dengan bahasa baku? Belum tentu  gue menikmati tulisan itu dalam konteks ini. Yes, gue sering bilang kalau semua tulisan ini adalah murni untuk gue menceritakan kisah-kisah yang gue alami supaya gue bisa menikmati masa-masa konyol, sedih, senang yang di saat nanti mungkin gue melupakannya begitu saja. 

Mengapa gue melabeli diri gue dalam blog ini dengan seekor gadis? 

Kata seekor sendiri itu biasanya untuk binatang. Binatang itu cenderung bebas dan liar, nah... gue ingin menggambarkan diri gue di blog ini adalah seekor gadis, yaitu gadis yang bebas berpendapat dan mengekpresikan dirinya dalam menulis, mengungkapkan perasaan (Seinget gue, gue tetap berusaha memilih kalimat-kalimat yang tidak menyinggung perasaan orang lain, kecuali ternyata gue khilaf. Biasanya selalu ada yang mengingatkan atau gue baca ulang, kalau merasa gak pantas, gue lansung hapus, dan itu nyata untuk beberapa tulisan), tidak terikat peraturan-peraturan, termasuk kaidah penulisan yang baik dan benar. Bukan berarti tidak menghargai Bahasa Indonesia. Agaknya kurang sesuai kalau komentar itu ditujukan kepada blog ini. Baik, ngeles... tapi memang begitu, sih.  
Yes, melestarikan Bahasa Indonesia itu penting, itu sebabnya gue selalu tertarik mengikuti kegiatan jurnalistik,  organisasi jurnalistik, suka membaca artikel berita dan belajar kosakata baku di kehidupan sehari-hari, terlebih di dunia perkuliahan ini. Gue pun lebih tertarik membaca novel-novel sastra dengan bahasa baku, walaupun sering kali gue pusing setelahnya. Gue penikmat puisi dan mungkin juga adalah penulis puisi yang cukup pandai, kata guru Bahasa Indonesia gue sejak SMP, hehehe sedikit menaikkan harga diri, lah.
Dulu gue punya beberapa blog, dan salah satu di antaranya berisi tentang kumpulan-kumpulan paragraf-paragraf singkat dengan bahasa baku beserta puisi-puisi yang gue tulis di saat gue sedih. Karena beberapa faktor dan tingkat kegengsian gue yang cukup tinggi untuk memperlihatkan tulisan-tulisan alem itu, gue memutuskan untuk memprivate blog tersebut.

Kalau dari dulu memang suka berkunjung ke blog ini, pasti tahu lah kalau gue lebih sering mengisahkan kisah-kisah lucu di dalam hidup gue atau kisah-kisah menyebalkan (sebenarnya), tapi gue berusaha melihat kisah itu dari sisi lain dan menuliskannya di buku harian gue ini, dengan bahasa sehari-hari seperti bahasa teman sebaya. Dengan begitu gue bisa menertawakannya, diri gue sendiri, lalu kembali bersyukur kepada Allah karena gue diizinkan untuk merasakan pengalaman menyebalkan, tapi diizinkan pula untuk sanggup melihatnya dari sisi yang lebih menyenangkan. Terima kasih, ya Allah.

Untuk komentarnya, gue sama sekali gak marah atau tersinggung. Seringkali gue berpikir untuk mengubah kata gue dengan kata saya, tapi kurang... hmm entah ada yang beda dan gak pas, huehuehue. Sering kali juga gue merasa kalau tulisan gue waktu zaman SMP itu agak krik-krik dan pemilihan katanya agak norak, hahaha. Biasanya, kalau gue ingin menulis dengan Bahasa Indonesia yang benar, gue lebih sering menulisnya di Tumblr. Emang sih, dengan tulisan baku begitu, Tumblr gue jadi lebih elegan kalau gue baca-baca lagi =)).  Di sana gue suka menulis puisi atau kritik-kritik kehidupan yang seringkali gue merasa diperlakukan tidak adil juga. 

Mungkin cara menulis gue itu akan berubah sendiri seiring berjalannya waktu dan problem-problem kehidupan yang gue alami. Pasti problem-problem itu agaknya akan menjadi ke-orang-dewasa-an. Cie...

Pernah suatu ketika, Arum, pembaca blog gue yang umurnya beberapa tahun lebih muda dari gue mengatakan kalau semakin ke sini, intensitas kunjungan dia menjadi berkurang karena cara penulisan gue yang lebih dewasa dan bertema agak lebih berat. Dia lebih suka membaca tulisan gue yang asal dan acak-acakan. Itu pendapatnya. Tapi karena kembali ke tujuan awal gue menulis blog, ditambah perasaan bebas dan tidak terikat request atau peraturan apapun, gue santai aja. Tapi dukungan teman-teman sekalian sangat berpengaruh juga, seperti komentar senang setelah membaca tulisan gue, misalnya. Atau lebih tepatnya adalah komentar puas menertawakan hidup gue. Gak jarang kalau teman-teman sekolah gue dulu, membahas apa yang gue tulis di blog, lalu sama-sama menertawakannya atau malah prihatin.

Entah siapa si Anonymous itu. Apapun pendapat atau tanggapan kalian terhadap blog gue, itu terserah. Gue orang yang terbuka dalam menerima saran dan kritik, tapi cukup keras kepala untuk tidak terlalu mempedulikannya :D

Terima kasih, ya...

9 komentar:

  1. kalo menurut gue, gaya tulisan di blog bisa aja beda seiring bertambahnya usia *eh-_-v

    tapi ya kalo gue woles aja.. mau tulisan di blog orang baku kek, santai kek... itukan tulisan mereka, gaya bahasa mereka dan mereka punya tulisan/bahasa tulisan mereka sendiri-sendiri :)

    keep writing qaqa :3 eh komengnya masih pake captha yak? ._.

    BalasHapus
  2. Keren Kok :)
    Keep Blogging :)

    BalasHapus
  3. ea kalo emang tujuannya sbg analog diary.. yo wes toh.. ora opo opo.. bener gag tepat kalo kritik itu datengnya ke blog ini.. :) tp kita liad ajja.. manusia itu dinamis.. berkembang.. gag nutup kemungkinan kan ky klu nti nya lo malah nulis sesuatu yang sangat fenomenal dalam bahasa yang super koran.. :) :p weksssss

    BalasHapus
  4. komeng gw ilang apa udh masup moderasi iia..?!?! hmm..

    BalasHapus
  5. blog itu mewakili sosok sang pemilik blog, jadi apakah bahasa-nya baku atau acak-acakan..itulah salah satu ciri khas blog...
    tetap semangat...keep happy blogging always :-)

    BalasHapus
  6. emang dikate ni lomba penulisan ilmiah, kudu pake bahasa baku. cmungud, ocky! yg penting jadi diri sendiri, wokeh.

    BalasHapus
  7. fans ocky banyak yah.... tapi kedewasaan akan datang

    gaya bahasa juga mungkin berubah seiring dgn kedewasaan itu

    *kalau kritikku sih, jgn pakai captcha buat komentar :D moderasi sudah cukup

    BalasHapus
  8. aku gak merasa pasang captcha loooh....

    BalasHapus
  9. lanjutkan gan :D, mampir juga di blog ane http://didiefasolasidoo.blogspot.com/

    BalasHapus

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!