Inilah gue sekarang. Kembali ke kehidupan nyata di mana harus siap dengan tugas kuliah dan jauh dari keluarga lagi. Gue drama abis seharian ini, masih pingin sama keluarga di rumah dan masih banyak orang-orang yang mau gue temuin di Jakarta, tapi gak sempat karena gue keburu balik dan masuk kuliah duluan.
Belakangan ini gue memberi banyak ciuman buat keluarga gue. Gue senang karena ade-ade gue udah bertambah besar, sekaligus takut kalau-kalau mereka terlalu keras kepala.
Kayak ada sesuatu yang ganjel yang bilang kalau setelah ini, hari-hari gue gak akan kayak biasanya. Jujur gue lumayan takut sama hal-hal yang kalau kejadian sama gue, gue gak sanggup terus putus asa. Ah, semoga cuma ketakutan gue aja dan gak sesulit yang gue bayangkan.
"Ky, salim sama Papi sini..." tiba-tiba bokap memanggil gue yang asyik menonton TV. Rasanya waktu itu udah tengah malam dan bokap gue masih belum tidur, duduk dekat gue di ruang TV, asyik dengan kopi, rokok, dan handphone nya.
"Kenapa, Pi?" dan gue pun menyambut tangannya, lalu salim.
"Selamat ya, Nak, sukses. Kamu harus sukses. Papi sayang kamu, mami sayang banget sama Ocky, bikin mami seneng, ya, Nak?"
"Hehehe iya, Pi... insya Allah. Ocky akan berusaha." gue menanggapi dengan cukup santai sambil mendengarkan nasihatnya, shit rasa-rasanya mata gue panas banget dan mau meneteskan air mata waktu itu. Gue anak pertama dan tumpuan keluarga pasti nantinya.
Bismillahirrahmanirrahim.
iya, kalo orang tua udah ngomong begitu pasti haru banget..
BalasHapusayo semangat untuk mewujudkan apa yang diharapkan orang tua dari diri kita, namun bila itu berat maka lakukanlah hal itu demi kebaikan diri sendiri... :)
BalasHapus