Kamis, Maret 28, 2013

Pegal

Belakangan ini cukup lumayan. Lumayan membuat ngos-ngos-an. Kuliah statistika setiap hari Kamis di kampus kedokteran yang super panas itu, wawancara sana-sini, dan narasi, narasi eveywhere.
Tugas wawancara OR Genta Andalas

Banyak perasaan-perasaan "baru" yang gue dapet akhir-akhir ini. Salah satunya adalah perasaan antusias karena diberikan tugas mewawancarai beberapa orang terkait tahapan open recruitment Genta Andalas dan juga wawancara 2 orang terkait pembuatan majalah kampus psikologi. Di sisi lain gue merasa adanya sedikit perasaan kurang siap, entah mengapa.
Akhir-akhir ini gue jadi lebih dekat dengan Steffi dan Deta, dua orang ini adalah teman sekelas gue yang sama-sama ingin belajar jurnalistik. Mereka ikut OR Genta dan magang di jurnalistic squad Insight bareng gue. Sepanjang kedekatan di berbagai kegiatan itu, gue sedikit bersyukur karena merasa ada yang bisa ditertawakan di tengah-tengah kesibukan akhir-akhir ini. 
Steffi dan Deta, dua orang ini terkenal dengan julukan duo langang alias dua orang lemot hahaha, walaupun gak lemot-lemot banget, sih. Tapi seru kalau udah ngeledek mereka berdua. 
Selain itu, gue juga ikut kegiatan mentoring bareng kakak cantik, Kak Miza (berharap dia baca post ini, terus lulus mentoring tanpa tuntutan), dan teman-teman yang luar biasa. Sering banget khilaf, dengan ikut kegiatan mentoring ini, gue lumayan mendapat pencerahan, jadi lebih giat beribadah karena teringatkan selalu #eaaa (hmmm tolong ini di print screen buat testimoni promosi mentoring tahun depan). 
Beberapa orang teman yang mendengar gue ikut mentoring seperti ini, secara spontan mengingatkan gue untuk berhati-hati pada aliran-aliran tidak benar yang saat ini marak muncul di lingkungan kampus. Beberapa di antaranya bahkan mengira gue udah masuk, dia kira mentoring yang gue ikuti adalah lingkaran pencucian otak. Gue agak tersinggung, cuma ada baiknya juga diingatkan. gue berusaha berhati-hati dalam melangkah menuju masa depan cemerlang. Doakan saya selalu, kawan.

Aaahh terima kasih, Ya Allah karena telah mengirimkan aku orang-orang yang sekarang ada di sekitar ku. Terima kasih banyak sudah membuat Ocky tidak pernah merasa kesepian. Semoga selalu dikuatkan.

Sejujurnya gue ngantuk parah waktu update blog. Jam menunjukkan pukul 01.59 WIB saat gue menulis paragraf terakhir ini. Ya udah, gue tidur, deh. Gue merasa pegal.

2 komentar:

  1. mungkin kata langang dalam bahasa Minang ini seperti lengang, sepi, jadi pikirannya dia sepi, kosong sehingga dia jadi lemot. *ini maksa*

    BalasHapus

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!