Mohon maaf lahir dan batin, semuanya!
Lebaran tahun ini, tidak seperti biasa, gue gak ikut mudik ke Semarang. Orang tua gue, Alim, Uni Yoni, Mas Yanto, dan Imam yang pergi mudik. Yap, gue, Tata, dan Eka di rumah aja, dan resmi tidak kemana-mana sejak lebaran hari kedua karena harus menjaga rumah yang tidak boleh ditinggal dalam keadaan kosong sama sekali. Tapi, untungnya tante dan nenek gue dateng ke rumah buat nemenin kami, tapi ya tetep aja gak boleh pergi jauh-jauh karena tante gue yang kadar proteksinya cukup tinggi. Lagipula dia pasti gak mau ambil risiko tanggung jawab kalau nanti anak nyokap gue kenapa-napa, dong.
(gambar dari google.com)
Ngomongin bulan puasa kemarin, sebenarnya gak ada cerita istimewa, cuma gue jadi keinget sahur di puasa terakhir. Jadi, menu sahur pada waktu itu adalah sarden dan mie rebus. Lagi asik nungguin masakan mateng, tiba-tiba Uni Yoni laporan dengan ekspresi menyesal dan khawatir, pasalnya waktu dia buka kaleng sarden pakai pisau, tiba-tiba ujung pisaunya itu patah dan patahannya tidak tau ke mana. Katanya sih, Uni Yoni udah cari patahannya dengan teliti dan sabar, di dalam kaleng, di sekitar kaleng, sampai waktu sardennya di masak, dia juga dengan sabar nyari ujung pisau yang patah itu di antara kuah-kuah dan ikan-ikan sarden (wakakak melas), tapi gak ketemu.
Uni Yoni: "Duh, semuanya tolong dengerin (kebetulan waktu itu yang udah bangun baru gue, nyokap, dan nenek), ini tadi kan Uni buka kaleng pakai pisau, eh tiba-tiba pas diliat ujung pisaunya patah. Uni cari-cari, tapi gak ketemu juga. Jadi, tolong hati-hati ya, diliat-liat dan dirasa-rasa kalau ada yang aneh. Kalau ragu, mending jangan di makan"
Semua: "WADUH?!"
Ocky Si Pecinta Sarden yang Percaya Diri: "Ah, gampang itu, gak apa-apa kok, makan aja sardennya, entar kan pasti kerasa lah ujung pisaunya"
Nyokap: "Ih, Mami mah gak mau, ah... takut."
Ocky Si Pecinta Sarden yang Percaya Diri: "Ih, yaudah... punya Mami buat Ocky aja."
Setelah itu satu demi satu orang rumah pun berkumpul di ruang makan. Semua dengan santai mengambil nasi, mie rebus, dan sarden yang telah disediakan. Gue makan sarden dengan lahapnya, sampai lupa memperingatkan mereka tentang ujung pisau yang patah.
Sardenpun sudah nyemplung ke piring masing-masing peserta sahur, gue baru keinget waktu si Tata yang posisinya makannya di depan gue hendak melahap ikan sarden dengan lugunya.
Ocky Si Pecinta Sarden yang Keasyikan Makan Sampai Lupa Memperingatkan: "TATAAAAAA STOP!!!!"
Tata: *melotot kaget* "Kenapa, kak?"
Ocky Si....ahsudahlah: "Itu tadi Uni Yoni buka kaleng sarden, eh ujung pisaunya patah, gak tau ke mana, takutnya masuk ke sarden, jadi kamu hati-hati aja ya" (berbicara dengan datarnya)
Tata: "DEMI APA UJUNG PISAU?? UJUNG PISAUUUU???? YANG RUNCING ITU??"
Ocky: "Iya, hati-hati aja sih.."
Si Tata yang tadinya sudah siap, ready, penuh selera makanpun jadi berubah lemas dan parno. Ikan sarden yang udah di ambil, dia pisahin ke piring lain, lalu dia periksa dengan teliti kanan, kiri, atas, bawah, lalu dia tidak puas, lalu dia menghancur-hancurkan ikannya, lalu, dia suir-suir, periksa lagi kanan kiri atas bawah.
Ocky: "Apaan sih lu?! Ya keliatan kali, dan kerasa juga, benda begituan..."
Tata: "Astaghfirullah, kak... ujung piso iniiii, ujung pisooooo...."
Ocky: "Udah makan aja, sayang sardennya..."
Akhirnya dia makan ikan sarden yang udah dia bejek-bejek tadi, yang udah dia sterilkan. Tapi, gak cuma sampai disitu, di tiap suap, dia pasti pucat parno sambil ngomong, "duh, kayaknya tadi nelen sesuatu, deh..." hahaha
Eka juga sama, parnoan, cuma dia lebih memilih gak makan, "gile lu ndro... ujung piso!!"
Selidik punya selidik, ternyata gue juga lupa kasih tau Mas Yanto tentang ujung pisau yang belum diketahui di mana rimbanya itu. Waktu gue teriakin Tata tentang ikan sardennya, Mas Yanto udah makan beberapa suap. Kayaknya dia pucet juga deh karena telat taunya wakakakak
Untungnya tidak ada korban pada sahur hari itu. Keberadaan ujung pisaunya pun sampai saat ini masih menjadi misteri. Dan gue menang banyak makan sarden, abis gak ada yang mau makan karena takut. Hihihihi.
Oh, ya, pas gue cari pisau yang ujungnya patah itu buat dimasukin di postingan ini, eh pisaunya gak ada. Mungkin dia sedang mencari ujungnya yang pergi begitu saja.

lucu.., salam lebaran.
BalasHapusterimakasih ya buat visit baliknya,,,selamat lebaran ya sobat.....
BalasHapusWajh gilaaa..
BalasHapusmungkin itu di antara kalian ada yang biasa makan besi
jadi gak nyada aja ada yang aneh
::mohon maaf lahir bathin juga::
Ujung pisau itu.... yang tajamnya itu kan? ENtah kenapa, di bayangan gue, gagangnya.... -_-
BalasHapusoke cukup jenaka postingan lo ki.
BalasHapussalam buat potongan pisau yang hilang ya.
sungkem dulu ki..
happy eid mubarak yessss
Ujung pisaunya udah lumer kali saat kena masak
BalasHapus#teoriyganeh
Denny blogspot,,mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin ya ....selamat hari raya idul fitri...
BalasHapus