Sabtu, April 11, 2015

Apakah netral itu adil?

Hey, kamu sehat?

Beberapa waktu lalu, salah satu teman gue bercerita tentang suatu masalah. Cerita beliau membuat gue sedikit berpikir tentang konsep menjadi netral dan menjadi adil.

Sebagian orang memilih menjadi netral dalam hidupnya. Netral sering diasumsikan menjadi tidak berpihak pada sisi manapun, menatap masalah secara berimbang, di tengah, membagi rasa sama rata, atau tidak membaginya sama sekali ke pihak manapun. Hampir sama dengan asumsi tentang keadilan yang kita dapat di kehidupan sehari-hari pada awamnya. Seringkali, sepengalaman gue, orang yang mengatakan dirinya netral, biasanya merasa dan memposisikan dirinya sedang bersikap adil, 'gue netral, gak memihak manapun, biar adil' katanya, atau 'gue dukung lo, gue dukung dia juga, biar adil', bener gak kawan-kawan yang netral? Bersikap netral dipandang sebagai cara untuk mempertahankan keharmonisan layaknya keadilan. Tapi, apakah netral itu adil?

Bagi gue, netral justru menjadi persetujuan terhadap ketidakadilan. Misalnya, jika ada dua orang bertengkar dengan posisi salah satunya lebih lemah (secara fisik), lalu mereka berkelahi, kemudian kita netral, jelas aja jadi gak adil, tapi kita 'seolah' menerima ketidakadilan itu.
Adil menurut gue adalah membagi suatu hal sesuai dengan porsinya, kebutuhan, dan tempatnya, tidak selalu sama rata, tapi sesuai aturan. 
Kalau gue disalahin sama temen gue, tapi sebenernya gue gak salah, lalu teman gue yang lain netral tidak memihak manapun, itu sama aja secara gak lansung mereka menyetujui teman gue yang nyalahin gue tadi. Tentunya gue akan merasa diperlakukan tidak adil. 
Bagi gue, konsep netral yang sering disamakan dengan adil itu salah kaprah. Bagi gue aja, sik. Netral mungkin perlu pada kegunaannya sendiri, tapi netral itu tidak sama dengan adil. Netral bisa jadi adil kalau masing-masing kubu sudah sama dari awalnya; sama kuat, sama lemah, sama benar, sama salah, sama kaya, sama miskin. Tapi, yang sama sama itu kayaknya jarang, deh.

Entah, gue sebenernya tiba-tiba gak paham juga tentang apa yang gue tulis. Nonton film, ah...

3 komentar:

  1. Nonton filem berjudul netral itu tidak adil aja yuk

    BalasHapus
  2. Konsep netral lu itu Tuhan abis dah. Hahaha.. But, menurut gue, untuk contoh lu itu, agak susah untuk berlaku netral. Karena bisa aja, dan ga jarang pula, yang lemah itu yang salah. Sering kan nemuin orang lemah yang terus menerus mengagung-agungkan kelemahannya. Nah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe bener juga ya, contohnya adek gue tuh suka sok lemah padahal salah. Tapi liat juga contoh kedua hihi netral ketika yg tidak salah disalahin juga gak adil ahaha intinya kalau mau adil jangan netral lah, pertimbangkan dan bela yang mana yang memang harus dibela :D
      Tapi ini gue berpendapat netral itu tidak sama dengan adil sih kalo diterapin di realita. Kalo pengertian adil dan netral masing2 sih mungkin bisa lebih luas lagi hehe

      Hapus

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!