Biru tidak suka wanita yang mudah menangis. Biru suka kepada wanita yang cerdas dan tegar seperti ibunya. Biru menyukai wanita yang mandiri, yang hanya bergantung pada Biru saja ketika wanita itu adalah miliknya. Tentang Biru, dia kaku dan kurang mengenal toleransi.
Merah tidak percaya pada pria. Hidupnya akan lebih mudah jika sendiri. Merah pernah beberapa kali jatuh hati, tetapi tidak sampai diketahui. Merah adalah wanita yang mandiri, tidak mudah menangis, dan tegar. Merah tidak bergantung kepada siapapun, tanpa terkecuali. Merah merasa hidupnya sempurna seperti begitu adanya. Walaupun dia tidak cantik dan tidak menarik, merah tidak pernah mempermasalahkannya. Sebab, dirinya tidak memiliki rencana untuk menarik hati siapapun. Termasuk Biru yang dicintainya sejak sepuluh tahun lalu. Merah tidak bermaksud untuk memiliki Biru karena dia berpikir bahwa Biru tidak mungkin tertarik kepadanya, dan itu baik-baik saja baginya.
Biru mengetahui perasaan Merah sejak tiga tahun lalu. Setelah dengan tidak sengaja Biru membuka halaman blog Merah yang disembunyikannya dari orang-orang. Biru hanya tahu jika itu adalah tulisan-tulisan yang dituliskan oleh Merah. Biru tahu itu dari cerita-ceritanya, dari inisial nama penulisnya di setiap akhir tulisan yang dibuat oleh Merah di blog rahasianya itu. Biru berpura-pura tidak tahu tentang perasaan Merah, dan membaca tulisan-tulisan Merah kini merupakan rutinitas yang dengan sengaja dilakukannya setiap hari.
Biru sadar bahwa dia menyukai setiap tulisan yang Merah buat, Biru menggemarinya dan jatuh cinta kepada tulisan-tulisan itu. Sementara, Biru hanya tahu perasaan sekadar itu, saat itu, sementara ini. Biru menyukai Merah dari tulisannya. Biru tertarik dengan kehidupan Merah sehari-hari yang diceritakan di blog pribadinya. Biru jatuh cinta pada pemikiran-pemikiran Merah, bait-bait puisi yang dibuatnya, dan lagi, Biru menikmati tulisan-tulisan yang dibuat oleh Merah tentangnya. Hanya saja Biru selalu tidak yakin apakah sosok nyata Merahlah yang dia suka, atau hanya pada deretan-deretan kata yang Merah tuliskan. Lagipula, Merah tidaklah seideal Jingga, mantan kekasihnya yang meninggalkannya untuk pria lain yang menurut Jingga lebih hangat dan sabar.
Bikin kelanjutannya dong... penasaran sama Biru... ^ ^
BalasHapus