Sabtu, Oktober 31, 2015

Arti Cinta

Aduh, lo terserah deh boleh nanya apa aja sama gue kecuali soal cinta menurut pendapat gue. Gue jadi mules. Kalau lo ngajak gue diskusi tentang teori segitiga cinta Sternberg, mungkin gue akan dengan senang hati untuk bertukar pikiran. Tapi kalau nanya arti cinta atau hubungan dekat lainnya dengan pendapat pribadi, gue hampir gak bisa mengungkapkan apapun. Hahaha...
Gue bukan masih dalam proses pencarian arti cinta, bahkan gue gak melakukan proses apapun soal itu. Gue juga gak pernah berpikir sebelumnya kalau cinta mesti ada artinya segala. Hell yeah, betul juga, emang cinta harus ada artinya?

Berawal dari presentasi terakhir untuk kelas Kesehatan Mental. Kelompok gue membahas materi mengenai Love and Well-Being. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya kelas kami membahas materi tentang cinta dan komitmen, hubungan pertemanan, hubungan akrab, dan sejenisnya. Dan ya, selalu aja heboh ketika materi-materi itu dibahas. Tapi entah kenapa semakin sering dibahas, materinya terdengar semakin bullshit. Walaupun begitu, tetep aja kelas selalu berisik kalau bahas cinta.

"Menurut pendapat pribadi para penyaji, apa itu cinta? Tolong masing-masing penyaji menjawab pertanyaan dari saya," kata salah satu mahasiswa di kelas. Pertanyaan yang bagus sekali, TQ. Gue, terang aja gue gugup dan berpikir keras apa jawabannya. Beruntung waktunya habis karena membahas pertanyaan sebelumnya, dan jawaban tentang arti cinta itu belum sampai ke giliran gue. Huft.

Emang kalau dijabarkan, cinta itu apa sih? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!