Hari ini gak ada yang istimewa. Seharian di kos, nonton film, baca buku. Keluar sebentar buat beli makanan, kebetulan gue lagi pingin makan mie ayam dan akhirnya memutuskan untuk makan mie ayam di Mas Yono. Gue makan di tempat. Kalau ada yang mau nanya gue makan sama siapa, gue sendiri. Kalau ada yang mau nanya kenapa cuma sendiri, ya kenapa juga enggak?
Waktu gue makan mie ayam di sana, ada beberapa pelanggan lain, mereka duduk semeja, sepertinya mereka emang dateng sama-sama. Mulanya mereka makan dengan tenang dan hanya fokus ke makanannya masing-masing, sampai salah satu dari mereka mencolek orang di hadapnnya kemudian mereka berbicara dengan bahasa isyarat. Gue pikir yang mencolek temannya adalah seorang tunarungu. Menarik karena gue baru aja selesai mempelajari mata kuliah anak berkebutuhan khusus, jadi merasa dapet kuliah lapangan aja. Setelah gue perhatiin lebih lama, gak cuma orang pertama yang menggunakan bahasa isyarat sewaktu berkomunikasi, yang lainnya juga saling menggunakan bahasa isyarat. Gue jadi menebak-nebak siapa aja sebenarnya yang tunarungu di antara mereka. Melihat mereka satu persatu, gue berasumsi kalau mereka semua tunarungu. Sementara itu asumsi gue, gue jadi membayangkan bagaimana cara mereka memesan makanan tadi? Dari mana mereka berasal? Hmmm...
Di sisi lain, tepatnya di depan gue ada dua orang cewek yang dengan cukup emosional saling bercerita satu sama lain. Kayaknya mereka lagi saling curhat. Terlihat perempuan di sebelah kanan sesekali melirik ke kelompok tunarungu, diam sebentar, kemudian melanjutkan bercerita. Gue gak denger apa yang mereka ceritakan, lagian bukan urusan gue juga.
Di belakang gue, seorang anak perempuan berteriak-teriak menginformasikan sesuatu kepada mamanya... informasinya terdengar kayak, "Ma, aku juga punya suami, Ma... aku juga punya suami..." entahlah, mungkin gue aja yang gak jelas dengernya hahaha cuma emang kedengeran kayak gitu.
Gue lumayan sering memutuskan untuk pergi jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas sendirian. Biasanya kalau gue lagi jenuh sama rutinitas dan tugas-tugas, atau kalau lagi gak ada kerjaan sama sekali. Entah kenapa, jalan ngajak orang yang dikenal itu agak kurang menyegarkan menurut gue. Soalnya yang dibahas pasti ga jauh dari kehidupan sehari-hari pada umumnya. Dan duduk atau jalan sendirian di tempat ramai memberikan kita kesempatan untuk lebih mendengarkan dan memperhatikan sekitar. Kalau ngajak temen, kemungkinan besar perhatian kita lebih banyak ke temen jalan.
Gue pernah bilang gak kalau tempat favorit gue di Jakarta itu adalah Halte Harmoni Transjakarta pas jam pulang kerja?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!