Hari ini berat, aku dihujani dia yang tak
henti-hentinya reda sampai semaput. Polanya selalu sama; dia-tidur-bangun-dia, selalu berurut, meski kadang menjadi bangun-dia-dia-dia- tak bisa tidur.
Untukmu aku rela sakit kepala. Menahan sesak
berbulan-bulan demi entah atas nama apa yang katanya cinta.
Aku ingin dipeluk selalu, dalam doa dan harapmu. Sebab
kamupun sama dibegitukan olehku. Tanya pada Tuhan tentang siapa yang kurengkuh
dalam bait-bait harap dan cemasku. Pasti jawabnya kamu, selain keluargaku.
Maaf Tuhan, karena menjadi lemah karena dia. Tapi
aku suka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!