Jumat, Oktober 14, 2016

Hujan


Hari ini berat, aku dihujani dia yang tak henti-hentinya reda sampai semaput. Polanya selalu sama; dia-tidur-bangun-dia, selalu berurut, meski kadang menjadi bangun-dia-dia-dia- tak bisa tidur.

Untukmu aku rela sakit kepala. Menahan sesak berbulan-bulan demi entah atas nama apa yang katanya cinta.

Aku ingin dipeluk selalu, dalam doa dan harapmu. Sebab kamupun sama dibegitukan olehku. Tanya pada Tuhan tentang siapa yang kurengkuh dalam bait-bait harap dan cemasku. Pasti jawabnya kamu, selain keluargaku.
 
Maaf Tuhan, karena menjadi lemah karena dia. Tapi aku suka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!