Kamis, Januari 19, 2023

Berisik dalam Sepi

 "Tak perlu khawatir ku hanya terluka, terbiasa 'tuk pura-pura tertawa," katanya.

Tapi tidak, aku ingin ada yang mengkhawatirkanku kali ini. Sebab, bagiku ini mulai mengkhawatirkan. Bebannya kian tak tertanggung. Sialnya aku tidak bisa lagi berbicara. Aku menjauhkan orang-orang di sekitarku tiap kali membuka mulutku untuk berkata-kata. Aku merasa menjadi bajingan akhir-akhir ini karena mengharapkan orang lain mengerti aku tanpa aku menjelaskan, dan berharap orang lain tinggal tanpa membuatnya nyaman menetap.

Pikiranku ramai dengan amarah, perasaanku penuh sesak dengan kesedihan. Aku marah karena tidak ingin bersedih, tapi juga sedih karena selalu berakhir marah. 

Sampai kapan berisik dalam sepi seperti ini, Tuhan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!