Selasa, November 25, 2014

Alkisah di Sebuah Pulau

Alkisah di sebuah pulau bernama Solomon. Pulau tersebut berada di sebelah timur Papua New Guinea, dengan penduduk mayoritas berkulit hitam dan berambut pirang. Ketika para penduduk di Pulau Solomon akan membuka lahan yang dipenuhi pohon-pohon untuk bercocok tanam, mereka duduk beramai-ramai, melingkari pohon, kemudian menyumpahi pohon tersebut dengan kata-kata kutukan, kasar, dan berteriak. Selang beberapa waktu, pohon tersebut layu dan mati dengan sendirinya tanpa ditebang atau dibakar.

Apa pesan moral yang bisa kita dapatkan dari kisah di atas?
Tidak ada pesan moral apa-apa. Sekian.

--------

Anyway, Happy National Teacher's Day!
Gue selalu merasa bahwa profesi pengajar adalah profesi yang sangat mengangumkan. Guru favorit gue waktu SD adalah Bapak Djamal, Ibu Sianturi, dan Ibu Nining. Di SMP dan SMA, hampir semua guru menyenangkan kecuali guru Fisika (kemungkinan besar ini faktor mata pelajarannya, sih, bahkan nyokap gue yang guru Fisika-pun mendadak menjadi tidak menyenangkan kalau mulai berusaha ngajarin Fisika). Untung gue masih lulus Mata Pelajaran Fisika walaupun hasilnya sangat pas-pasan. Apaan sih, kok jadi bahas Fisika? Males bet..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!