Sabtu, November 29, 2014

Hampir Sebulan Ini

Intensitas menonton film gue semakin bertambah semenjak Movie Cafe menjual film dalam bentuk softcopy. Sekitar 37 film, terdiri dari film lama maupun baru, berbagai genre, gue habiskan dalam hampir sebulan ini. Beberapa film lama yang gue tonton itu kayak 50 First Dates, Sisterhood of The Traveling Pants, Taare Zameen Par, dan beberapa film lainnya. Mungkin kita bisa bercerita soal tiga film ini dulu.

50  First Dates
Hal yang menarik nomor satu dari film ini adalah pinguin dan walrus. Gue gak bisa nahan senyum tiap kali sang aktor/aktris pinguin dan walrus itu muncul, dan jadi yang paling ditunggu pastinya. Kedua, film drama ini sanggup membuat gue menerima apa adanya kisah dari film ini ,meski otak gue di bagian lain menolaknya. Yep, kisah cinta yang penuh dengan keajaiban (dalam artian lebay) selalu menimbulkan denial dalam diri gue. Tapi, gimana ya rasanya jatuh cinta seperti pertama kali, setiap hari, dengan orang yang sama? Eaaa... 

Sisterhood of The Traveling Pants
Nonton ini bikin gue kilas balik ke masa-masa kebersamaan gue sama teman-teman dekat gue. Meski kita mungkin gak punya benda keramat yang kita anggap sakti sebagai simbol kedekatan, sih. Dan waktu-waktu yang hampir setiap hari kita luangkan waktu dulu, membuat gue merasa kurang saat ini. Selalu menjadi jauh (dalam jarak) dari teman-teman lo itu gak enak. Tapi, setiap pertemuan rasanya jadi berharga banget. 


Taare Zameen Par
Ini film yang sanggup membuat gue nangis kejer dari awal sampai akhir. Benar-benar dari awal sampai akhir (diulang). Mungkin ini akibat dari gue yang terlalu mudah bersimpati sama orang lain khususnya sama anak-anak. Isi otak gue di sepanjang film: "Pasti gak enak diperlakukan kayak gitu, pasti menyedihkan. Kenapa sih orang-orang gak bisa belajar memahami orang lain tanpa menghakimi mereka?" Terlebih lagi, sebenarnya, gue tau betul rasanya punya ayah yang keras dan rasanya sulit dimengerti oleh orang lain (boleh ketawa dulu gak? hahaha). Bagian yang gue suka adalah akhir ceritanya, demi apapun, gak ada yang bisa menggantikan adegan teremosional seperti di akhir cerita film ini. Gue yakin juga, ini karena para pemainnya yang 'dapet' banget dalam memainkan perannya masing-masing. Gue gak jamin juga sih, kalau film ini diduplikat dengan pemeran yang berbeda bakal bisa jadi seemosional ini. 

Walaupun waktu gue banyak dihabiskan untuk nonton film, alhamdulillah tugas gue gak jadi terbengkalai, ya meski gue jadi jarang banget belajar. Seminggu lagi gue ujian akhir, dan gue memutuskan untuk berhenti dulu marathon film (kayaknya sih). Wish me luck!!

1 komentar:

  1. Dan...saya belum nonton satu pun film-film itu.
    Ya sudah, good luck dengan ujiannya :)

    BalasHapus

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!