Rabu, Februari 11, 2015

Bebas Bukanlah Bebas

Gue termasuk orang yang aktif secara online di internet, gue punya hampir semua akun media sosial yang kebanyakan orang punya, gue juga aktif berkomunikasi dengan e-mail dan membaca berita-berita via online, gue juga aktif membuka internet untuk kepentingan akademik. Yha... pokoknya gue kayak orang kebanyakan juga deh. Salah satu media sosial yang gue punya adalah ask.fm, tapi termasuk jarang gue buka dan bukan pengguna yang aktif banget gitu.

Ask.fm ini adalah aplikasi tanya jawab seperti Formspring, di mana memungkinkan penanya menyembunyikan identitasnya (anonim). Agak setahun lebih gue daftar di ask. fm, gue baru buka-buka lagi belom lama ini. Gak nyangka aja sih, perkembangannya pesat banget. Untuk itu, menurut gue ask.fm ini memang jauh lebih tenar dari aplikasi pendahulunya yang sejenis. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan ke orang lain, dan yang dianggap memberi jawaban menarik akan mendapat like berlimpah serta berkemungkinan menjadi sebelask (orang famous di ask.fm, mungkin. paling gak itu yang gue perhatikan). Motivasi orang menjawab pertanyaan berbeda-beda, ada yang sekedar ngisi waktu aja dan jawab asal (gue itu sik), ada yang secara total membagi pengalamannya, ada yang mencoba menggugah orang lain, ada yang niat menghibur, tapi yang paling keliatan adalah keinginan mengekspresikan diri. Aplikasi ini bukan hanya aplikasi untuk sekedar 'have fun', tapi jadi ajang pembuktian diri. Begitu juga motivasi penanya, ada yang iseng, ada yang emang pingin tau pendapat orang lain, ada yang riset, ada yang nguji (nguji pengetahuan, emosi), ada yang eksplisit/implisit nasihatin, dan gak kalah sama yang jawab, penanya juga ingin mengekspresikan dirinya. 

Unik.

Bagi gue, 'kepoin' orang-orang di ask.fm (di mana gak semua yang gue kepoin itu gue kenal/tau) bisa jadi bahan mikir dan renungan sendiri bagi gue. "Gila, ternyata realitanya tuh kayak gini ya..." atau "jadi beberapa orang berpikir tentang suatu hal itu kayak gini ternyata", "yang lainnya menanggapi hal itu tuh kayak gitu." versi pengguna ask.fm.  Ya, lumayan lah nambah referensi pola pikir manusia, siapa tau bisa jadi ide skripsi. Selain itu banyak topik menarik yang ditanyakan, dan jawaban yang diberikan juga gak kalah menarik dan menambah wawasan. 
Oh, ya...  kalau gebetan kita punya ask.fm, pastinya ini akan memudahkan kita untuk mencari tau tentang dirinyahh. Eakk...

Ask.fm (mungkin) termasuk fenomena sosial, banyak orang-orang minoritas menggunakan media ini sebagai sarana mengekspresikan diri dan keyakinan yang dianutnya. Ini juga merupakan gambaran nyata dari kebebasan berpendapat, sebenarnya. Sayangnya, banyak pengguna ask.fm yang kurang bertanggung jawab, gak jarang pertanyaan dan jawaban yang diberikan itu berbau SARA dan menyerang personal. Bebas bukanlah bebas, karena bebas bukan berarti kita secara sembarangan dapat melontarkan kata-kata yang tidak pantas dan menyakiti orang lain. Gue masih percaya kalau sebuah kata-kata itu dampaknya bisa jadi besar untuk orang lain, maka selalu berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan. 

3 komentar:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
  2. bukanlah bebas sebebas-bebasnya.
    ada batasnya.

    BalasHapus
  3. Kalau gue, pas masih punya askfm, gue lebih sering gunainnya buat riset sama ngetes, ky. Hahaha... Gue demen aja liat karakter seseorang dari cara dia jawab pertanyaan yang malah aneh2,.... Kadang intelektualitas seseorang bakal kelihatan dari cara dia jawab pertanyaan paling aneh sekalipun,

    BalasHapus

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!