Sabtu, April 04, 2015

Ketika Mereka Jatuh Cinta

Beberapa waktu lalu gue baca tulisan di blog Evita Nuh, gue baru tau kalau beliau adalah seorang dengan asperger. Menarik bagi gue karena Chacha menceritakan tentang kehidupan cintanya, dan dalam dia menuliskan gambaran yang dikasih konselornya (atau psikiater atau psikolognya) mengenai kemungkinan yang terjadi ketika seorang Chacha dengan sindrom asperger jatuh cinta. 
...He added "if one day you found the one, you should really come to me and tell me more about it..." I don't see why I should so... I asked why is that necessary, he answered "because in your case, once you found the one, you will most likely be extreme about it, you will show your feeling to your object of affection strongly and more noticeably than other people normally do, that's why I need to guide you, but don't worry this is normal for you."  
"You may not go all there... but you might, well this is happen in many cases with people who have asperger... you will give him intense stare all the time, you also might keep calling him rapidly, which not really normal in our society... "  - dikutip dari blognya
Kenapa menarik? Karena kebetulan di semester ini gue dapet mata kuliah Psikologi Abnormal, dan matkul ini membahas mengenai gangguan-gangguan psikologis pada manusia. Gangguan kecemasan, gangguan mood, skizofrenia, retardasi mental (disabilitas intelegensi), autis, asperger, masalah kelekatan, dan lainya. Gue jadi membayangkan tentang bagaimana dengan mereka yang memiliki keadaan-keadaan itu ketika jatuh cinta.

Gue juga jadi inget sebuah cerita pendek dari buku Restoverso karangan Dewi Lestari yang berjudul Malaikat Juga Tahu. Cerita itu menceritakan tokoh Abang, pria dewasa berusia kronologis 38 tahun namun berusia mental 4 tahun yang jatuh cinta dengan seorang perempuan. Ceritanya bisa dibaca di sini.

Gue. merasa. cukup. emosional. mengenai. hal. ini.

3 komentar:

  1. Gue penasaran kenapa seorang asperger jadi perlu bimbingan khusus saat jatuh cinta...

    BalasHapus
  2. what's asperger syndrom? agak ngeri juga sih membaca kondisinya.

    BalasHapus
  3. Orang asperger memiliki masalah pada hubungan sosial/komunikasinya. tapi tidak sengeri itu kok sebenarnya kalau kita mau memahami keadaannya. Orang asperger tidak memiliki masalah intelegensi dan berbahasa, Tertarik pada sedikit hal sehingga biasanya fokus dan sukses pada bidangnya. Lihat aja kesuksesan Evita, masih bisa bilang ngeri? hehehe cuma ya memang butuh bimbingan dan latihan ketrampilan sosial, seperti yang diceritakan di blognya itu... :D

    BalasHapus

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!