"Ky, gimana sih cara lo ngatasin masalah?" tanya salah satu teman gue yang menurut dia, gue terlihat kayak gak punya masalah pribadi yang berat dan bisa santai di dalam situasi genting.
Menurut gue sih, gue kayak gitu karena justru merasa gak punya kemampuan dalam mengekspresikan perasaan secara berlebihan. Kalau ditanya takut, marah, sedih, kecewa, panik, atau gak saat punya masalah, ya jawabannya iya. Bahkan mungkin gue termasuk orang yang punya emosi mendalam terhadap banyak hal. Cuma ya gue gak bisa jadi orang yang semudah itu mengungkapkan apa yang dirasakan, ketimbang yang dipikirkan.
"Anjir, ini masalahnya parah banget loh, Ky... kok lo datar banget nyeritainnya? Kalau gue jadi lo, gue udah nangis kejer. Gue jadi khawatir nih sama lo ." dan tanggapan-tanggapan sejenisnya gak jarang gue dengar sebagai respon dari cerita gue tentang masalah yang gue alami. Hahaha siapa bilang gue gak nangis kejer juga? Tapi, kalau gue udah sanggup cerita sama orang lain tentang suatu masalah, itu artinya gue udah berhasil meregulasi emosi gue.
Jadi, kadang lucu aja gitu kalau ada yang bilang gue miskin emosi. :-P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!