Kadang puisi adalah persona, di mana jiwa-jiwa sembunyi di dalamnya. Menutup diri dengan kata-kata, menyelinap ke relung hati pembaca tanpa langsung berkata “aku terluka, hampa, ingin mati, tak kuat lagi”.
...
Setiap orang normal selalu menginginkan dirinya untuk hidup bermakna. Kebutuhannya adalah menjadi yang terbaik bagi dirinya sendiri dan orang lain. Dalam mencapai makna hidup, seseorang bisa saja menjadi guru, ibu rumah tangga, siswa berprestasi, seniman, dan sebagainya, selama kegiatan itu merupakan cara untuk mecapai kehidupan bermakna menurut dirinya. Ya, makna hidup setiap orang itu unik, bisa saja berbeda dari orang lainnya, serta berbeda dari waktu ke waktu. Jika kebermaknaan hidup telah dicapai, maka seseorang akan merasa bahagia. Sebaliknya, ketika makna hidup tidak berhasil ditemukan, maka seseorang akan merasa hampa, tidak berarti, tidak punya tujuan yang jelas, bosan, dan apatis.
Hidup tanpa makna bisa saja tidak tampak secara nyata, tetapi terselubung di balik berbagai upaya kompensasi dan kehendak yang berlebihan untuk berkuasa (the will to power), bersenang-senang mencari kenikmatan (the will to pleasure), termasuk di dalamnya mencari kenikmatan seksual (the will to sex), bekerja (the will to work), dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya (the will to money). Jika keadaan hidup tanpa makna ini terjadi pada seseorang secara berlarut-larut, maka akan memunculkan gangguan psikologis. Gejala gangguan ini yaitu timbulnya keluhan-keluhan bosan, perasaan hampa, dan penuh keputusasaan. Ia juga akan kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnya menarik baginya, hilangnya inisiatif, merasa hidup tidak ada artinya, menjalani hidup seperti tanpa tujuan, dan sejenisnya.
Pernah seorang teman berkata, “aku tau apa makna hidup bagiku, menjadi orang baik, berbuat baik kepada orang lain membuat diriku merasa bermakna”. Aku tertawa, dalam hati aku bertanya pada diriku sendiri, “kalau begitu, apa ya yang membuat diriku merasa bermakna?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!