Benarkah terdapat garis tipis di antara perasaan cinta dan benci?
Jika iya, mungkin aku sedang berdiri tepat di garis itu. Berdiam murung, menunduk linglung.
Bingung. Bingung mendefinisikan perasaan sendiri.
Mencari jalan keluar sambil resah, didalangi ekspektasi pribadi.
Pikirku, lain kali, bila mencintai dan membenci memang berjarak sedekat itu, aku memilih untuk tidak memiliki hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!