| Source: Kaki Penulis Sendiri |
Katamu, pengalaman tidak selalu menjadi guru terbaik jika kita tidak berusaha memahaminya. Jika mau belajar, maka kesalahan adalah sebuah kesempatan untuk bertumbuh.
Semua tentang perspektif, menurutmu.
Aku pun tumbuh dengan cara begitu. Berusaha mencari alasan lain, sudut pandang berbeda, meredam amarah dan kesedihan dengan berkata: "Ah, mungkin ada alasan lain yang belum aku mengerti. Mungkin karena aku belum memahaminya saja."
Rasanya melegakan dan melelahkan dalam satu waktu yang bersamaan. Membentuk residu-residu, perasaan tersisa dan tidak selesai, yang lama kelamaan menyesakkan.
Aku pun tumbuh dengan cara begitu. Terlalu terampil memahami orang lain, hingga lupa bertanya apakah diriku sendiri sudah cukup kupahami.
Saat ini aku ingin menutup mataku lekat, berhenti sejenak melihat dan tidak sibuk mencari-cari alasan. Aku ingin dulu merasakan apa yang ada di dalam. Mendengarkan diriku sendiri, tanpa interupsi.
Aku ingin ringan.
Aku ingin pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!