Rabu, April 01, 2026

Biru, Kapan Kapalku Sandar?

Ayah adalah mercusuar yang lampunya kini telah padam. 

Meninggalkan aku tanpa jangkar yang menahan badai saat terombang ambing lautan, hampir tenggelam.

Menjadikan aku nakhoda, hingga perlahan lupa rasanya jadi penumpang. 

Terus menjadi pusat, padahal diri sendiri juga perlu arah, butuh pulang.

Biru,
lama atau sebentar,
kapankah kapalku sandar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!