Melalui orang lain aku belajar tentang apa yang aku suka, apa yang aku tidak suka. Aku belajar tentang diriku.
Untuk mengetahui progres pemahamannya, tidak jarang hidup memberikanku kuis dadakan. Yang seperti hal mendadak lainnya, belum banyak yang aku persiapkan. Aku hanya menerka melalui memori paling jelas di ingatan dan ototku. Tentu, aku akan memilih cara dan jawaban yang paling familiar.
Agak persetan juga dengan hasilnya. Kata sebagian diriku, berapa pun skorku nanti, itu hanya akan menjadi patokan apakah yang aku pelajari dan caraku belajar sudah benar.
Namun, kata sebagian diriku yang lain, aku harus selalu cemerlang. Sialnya dia selalu menang, terlalu dominan bersuara. Berisik sekali, membuatku selalu lelah bersiaga.
Sering kali pada akhirnya, melalui orang lain aku tidak belajar tentang apa yang aku suka, apa yang aku tidak suka. Aku tidak belajar tentang diriku. Aku belajar untuk berperang. Entah siapa lawannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini. Happy reading, happy blogging!